Sabtu, Juli 11, 2009

Dalam ML? Kenapa Tidak!

Jakarta - Kunci sukses berhasilnya hubungan seksual adalah dengan memberi dan menerima antara pasangan. Mulai dari saling memberikan rangsangan seksual, semangat, hingga pada menerima gairah seksual dari masing-masing pasangan.

Tanpa mampu memberi dan menerima, ML tidak akan dapat berjalan mulus.

Selain itu, perlu juga ditekankan unsur etika dan sopan santun dalam melakukan ML, agar ML yang akan dilakukan dapat berjalan lancar.

Apa saja etika atau sopan santun yang harus dilakukan? Simak uraian yang dilansir dari situs askmen.com.

Bersih Itu Menggairahkan

Jangan memulai foreplay apalagi ML jika tubuh Anda masih bau keringat dan kotor. Apalagi bau rokok, minuman keras dan bau makanan yang menimbulkan rasa tidak sedap.

Lebih baik jika membersihkan badan Anda, mandi dan kalau perlu memakai parfum kegemaran pasangan agar tampil mengoda dan mengairahkan.

Jangan Menolak

Permintaan melakukan sesuatu tidak hanya berlaku bagi sejumlah pasangan yang baru pertama kali ML saja. Jika perlu serahkanlah pada pihak wanita, kapan dia hendak melakukan penetrasi. Hanya wanita yang tahu kapan dia benar-benar siap menerima

Hindari Pemaksaan

Jangan marah, mengumpat atau mengkritik. Seks yang diwarnai dengan umpatan bukanlah seks yang sehat. Jangan main terus tanpa seizin pasangan. Seks yang dilakukan tanpa keinginan kedua belah pihak sama saja dengan pemerkosaan.

Ekspresi Kepuasan

Ketika Pria sudah mencapai puncak, itulah akhir dari kegiatan seks anda. Namun wanita bisa memperoleh klimaks berkali-kali. Sebaiknya Anda memastikan bahwa pasanganya sudah memperoleh kepuasan terlebih dulu. Itu adalah tindakan bijak. Mengetahui bahwa anda sudah berhasil memuaskan pasangan akan memberi ekstra kepercayaan diri. [inilah.com]

0 komentar:

Posting Komentar

 

Kaskus.Us

Jasa Murah Edit & Bikin Blog

Copy Paste Copyright © 2009 Original Designed by Ipietoon Edited by akunamasao